Sabtu, 02 April 2011

Krisis Berita

Aku sedang mengalami masa transisi dari yang tadinya anak rumahan, menjadi anak asrama, dan sekarang menjadi anak kontrakan. Dan karena kontrakan ku masih terhitung baru (3 bulanan lah), di kontrakan ku gak ada apa-apa sampai saat ini. Alat-alat elektronik di rumahku cuma 7 buah leptop, 4 buah magic jar mini dan sebuah dispenser. Gak ada tipi! Sekali lagi saya perjelas, GAK ADA TIPI!

Kami udah melalui masa-masa 3 bulan ini tanpa adanya pancaran radiasi televisi yang menerpa. Kangen rasanya melihat iklan-iklan yang terkadang lucu muncul di sana. Kangen juga melihat sinetron-sinetron Indonesia yang isinya rebutan harta dan atau cinta-berantem-bunuh2an-yang jahat kalah (Kalau udah nyampe level ini, penyelesaian nya cuma 2, hidup bahagia selamanya atau muncul season berikutnya).

Tapi yang paling parah dari semua itu adalah agak ada berita! Rasanya seperti terdampar di pulau terpencil tanpa adanya saluran informasi. Kami benar-benar tidak tahu berita. Tidak tau kalau ada wabah ulet bulu, telat tahu kalo ada tsunami di Jepang. Dan kami juga tidak tahu lagu-lgau terbaru kangen band dan si udin. Kosong sekali rasanya inbox di otak kami mengenai dunia luar.

Selain itu kami juga tidak (atau mungkin belum) langganan koran. Hal itu hampir menambah miskin nya lalu lintas info dunia dalam otak kita. Kangen rasanya membalik-balik koran, lalu tiba-tiba menemukan artikel menarik dan melahapnya. Atau melihat sebuah gambar dan ingin tahu itu apa. Kangen juga saat iseng mengganti-ganti channel lalu terhenti sesaat dan "eh, ada apa nih??" berhenti dan menikmati berita yang ada.

Memang ada internet sih, tapi kalau si sinyal lagi ngambek dan hilang dari peradaban kan repot. Atau saat si kuota udah dalam masa kritis, si berita internet akan sangat susah dijangkau, hehe. Memang gak ada yang ngalahin deh pertukaran berita dari televisi dan koran. Tanpa mereka, kamu akan merasakan apa yang dinamakan krisis berita, dan kami sekarang sedang mengalaminya, huft.

Jumat, 01 April 2011

Kasihan ya anak-anak Jaman Sekarang

Kasihan ya anak-anak jaman sekarang,
Mereka sudah tidak bisa merasakan asiknya bermain di tanah lapang. Berlari, bermain, kejar-kejaran dan melakukan permainan konyol lainnya. Memang hal itu konyol, gak jelas, tapi itulah anak-anak. Mereka sekarang lebih memilih berdiam diri di depan lacar kaca memainkan video game kesayangan mereka.

Dulu tiap sore, kita selalu pergi dengan semangat. Bermain ke luar bersama, penuh canda tawa. Atau melakukan petualangan mencari sesuatu, katak mungkin. Atau apapun yang menarik untuk dicari dan ditemukan. Tapi sekarang berbeda. Mereka lebih memilih bertemu di dunia maya. Melihat berbagai halaman di sana.

Sadarkah kalian kalau mereka sudah tidak seperti anak-anak?
Sudah jarang terdengar tawa canda,
jarang terlihat mereka balapan sepeda,
kejar-kejaran,
main petak umpet,
mencari ikan di kali,
mencari katak,
main kelereng,
main layangan,
merakit, mengadu tamiya kesayangan mereka,
atau setidak nya sekedar berkumpul dan ngobrol bersama...

Mereka terlalu sibuk,
Sibuk dengan game on-line mereka,
Sibuk dengan facebook mereka,
sibuk dengan peer-peer mereka,
sibuk dengan pelajaran tambahan,
sibuk dengan berbagai aktifitas membosankan lainnya...

anak-anak seharusnya berlarian,
bukan cuma diam,
anak-anak seharusnya bermain
bukan terlalu sibuk belajar,
anak-anak seharusnya menjadi anak-anak,
bukan menjadi orang dewasa bertubuh anak-anak,

Sungguh kasian anak-anak jaman sekarang,

Kamis, 31 Maret 2011

Tidak Ada Judul

Aku pengen kembali nulis nih...
tapi gak tau mau nulis apa,
gak ada barisan kata yang muncul di kepala,
dan,
aku juga tergoda,
dengan nyanyian teman-teman ku di kamar tetangga,
bernyanyi riang gembira,
aku tak kuat.,
aku tergoda,
sudah dulu ya,
aku mau nyanyi bareng mereka,
dadaaah....

*langsunglarikekamarsebelah*

Sabtu, 15 Januari 2011

Nenek ku yang Melegenda

*Percakapan di bawah ini sudah di translate menjadi bahasa Indonesia yang baik dan benar*

Edo : "Neeekk...aku mandi dulu yaaa..." (kebiasaan dari kecil, selalu pamit atau minta ijin kalo mau ngapa-ngapain)
Nenek : "yaudah, kalo mau mandi ya mandi aja sanaa...tadi bak air nya juga sudah nenek isi ulang,"
Edo : "He? Di isi ulang pake apa emang??"
Nenek : "Air ujan,"
Edo : =_="...

Aku kadang gak habis pikir dengan jalan pikiran nenek ku ini, kenapa coba harus di isi ulang? Kan kalo keran nya dibuka juga air nya keluar. Kenapa harus air hujan? Kata nenek ku, air hujan tu air murni, bening, lebih bening dari air PAM. Huft, ada-ada aja. Tapi karena sifat keras kepala nenek ku, akhirnya aku langsung mengalah, tidak melanjutkan percakapan dan...mandi air hujan.

Nenek ku adalah orang yang keras kepala. Dan tampaknya aku mewarisi sikap nya yang satu ini. Dan karena itu juga, dulu aku sering beradu argumen dengan nenek ku. Sampai akhirnya aku ngambek, atau nenek ku yang ngambek duluan, hehe. Tapi itu terjadi duluu, saat aku masih kecil. Kalo sekarang mah, aku lebih memilih mengalah dan menuruti apa pendapat nenek ku, walaupun itu agak "nyleneh".

Trus nenek ku juga jago nawar. Serem banget deh kalo lagi nawar sesuatu, kayak orang lagi berantem. Pokoknya, nenek ku memperjuangkan harga yang dia minta sampai tetes darah penghabisan! Padahal sering juga selisih dari harga yang diminta pedagang tidak terlalu jauh, hanya 500 atau 1000 perak, tapi kenapa harus nawar mpe segitunya sih?? Kalo masalah pelit, jelas bukan. Nenek ku orang yang bisa dikatakan pemurah. Trus kenapa yaa? Kenapa perempuan kalo nawar serem? Hehe *melenceng dari topik!*

Nenek ku juga seorang pekerja keras dan orang yang paling anti membuang sesuatu. Sofa yang ada di rumah ku adalah sofa yang sudah dimiliki oleh nenek ku sejak ibu ku masih remaja sampai sekarang ibuku sudah punya anak remaja. Lama banget. Sofa itu sudah pernah rusak beberapa kali, dan setiap rusak, selalu di betulkan nenek ku. Hebat banget kan. Entah gimana caranya, pokoknya tau-tau bener lagi dan malah jadi tambah empuk. Baju-baju bekas miliknya yang sudah tidak cukup lagi, sering dirombak ulang menjadi baju baru dengan keahlian menjahitnya. Dan setiap sandalku ketahuan putus, nenek ku selalu melarangku untuk membuangnya. Dan besoknya ketika pulang sekolah, tahu-tahu sandalku udah bener lagi. Ajaib banget, hehe. Bener-bener anti membuang barang.

Namun ternyata semangat juang nenek ku tidak mampu mengalahkan usianya yang mulai senja. Kinerja tubuh beliau sudah tidak seperti dulu lagi. Semakin melemah seiring bertambahnya usia. Sekarang, untuk berjalan saja beliau tampak kerepotan. Walaupun begitu, nenek ku ini tetap saja tidak mau diam. Selalu tampak sibuk mondar mandir mengerjakan sesuatu. Huft...nenek ku memang melegenda. Kalau anda-anda sekalian tau karya-karya apa aja yang pernah dibikin oleh nenek ku. Banyak yang bermanfaat, kayak yang di atas, tapi masih lebih banyak lagi yang aneh-aneh, hehe.
Walaupun begitu, beliau adalah nenek terhebat buat aku! hoho.

Semoga masih bisa balas budi ke nenek ku yang selalu ngerawat aku dari kecil, sampai sekarang, amiiin....

Jumat, 07 Januari 2011

Berbagi Kabar, Berbagi Cerita

Dulu aku tiba-tiba aja menghilang dari dunia perblog-an tanah air dengan menyisakan beberapa pertanyaan. Dan pertanyaan-pertanyaan itu ternyata masih sering ditanyakan oleh beberapa kawan blogger yang bertemu di media maya lainnya. Untuk itu, postingan kali ini akan aku isi dengan cerita-cerita mengenai perkembanganku saat ini, hehe.

Sekarang aku telah menambah kepadatan penghuni kota kembang Indonesia. Cita-citaku terpenuhi, untuk hidup merantau di luar kota. Aku jadinya kuliah di ITB, meninggalkan ITT yang tadinya telah akrab denganku. Setelah aku diterima di ITB lewat jalur SNMPTN, ternyata ayahku yang tadinya lebih prefer ke ITT malah mengusulkan ke ITB. Selain itu rekan-rekanku yang lain juga menyarankanku untuk tidak melewatkan kesempatan emas menggali ilmu di salah satu institut ternama tersebut. Akhirnya aku memilih ITB sebagai sarana menimba ilmu untuk beberapa tahun ke depan.

Lalu aku ngekos atau ngontrak? Ternyata awalnya aku tidak memilih dua-duanya. Aku tinggal di asrama, asrama sangkuriang yang serba luar biasa! Luar biasa mewah, luar biasa murah, luar biasa indah dan luar biasa seramnya. Asramaku ini memang disediakan oleh kampus Ganesha untuk para mahasiswa angkatan pertama yang belum mendapatkan tempat berteduh.

Asramaku adalah asrama baru dimana angkatan kami adalah angkatan pertama yang menempati. Terdiri dari 5 lantai, lantai dasar untuk pengurus, dan lantai selanjutnya untuk para penghuni asrama. Terdapat 48 kamar dengan 12 kamar di setiap lantai. Dan aku terdampar di lantai 5. Lantai paling atas. Lantai yang memerlukan perjuangan menaiki ratusan anak tangga untuk mencapainya. Fasilitasnya? Luar biasa mewah! Satu kamar ditempati oleh 2 orang. Dan di dalam kamar itu terdapat 2 spring bed, 2 lemari, 2 meja kursi, 2 kamar mandi, dan ada dapurnya juga. Bisa menggunakan listrik dan air sepuasnya, satpam 24 jam, tidak ada jam malam, dan ada cleaning service nya! Sangat mewah untuk ukuran mahasiswa. Jauh dari bayanganku.

Harganya sewanya hanya 250rb per bulan. Sangat murah bila dibandingkan dengan fasilitas dan kenyamanan yang diberikan. Dan yang paling eksklusif dari asramaku ini adalah pemandangan depan nya yang luar biasa indah. Depan asramaku adalah hamparan sesuatu-yang-hijau yang sangat luas, dilanjutkan dengan jejeran pegunungan yang biru. Sungguh melegakan dan membuat mata kita fresh setelah membaca deretan kata dalam buku diktat.

Lalu apa yang luar biasa seram? Bagian belakang asrama ternyata sangat bertolak belakang dari bagian depan nya. Bagian belakang asrama adalah pemakaman. Aku bahkan dapat melihat makam-makam itu dari jendela belakang kamarku. Dan setelah menyelidiki lebih jauh, ternyata asrama ku ini dibangun diatas tanah milik ITB yang dijadikan pemakaman oleh warga sekitar. Konon katanya, dulunya daerah asramaku adalah daerah “angker” dan tidak ada yang berani mendekat ke daerah situ. Karena akan dipergunakan oleh pemilih sebenarnya (ITB), maka makam itu di pindahkan. Dan makam-makam yang aku lihat adalah sisa makam yang belum dipindahkan. Tapi walaupun beberapa teman pernah mengalami kejadian tak terduga, tapi alhamdulillah aku tidak pernah mengalaminya, hehe.

Karena asrama ini disediakan hanya untuk anak tahun pertama, maka bulan April depan saya sudah harus keluar dari sini. Dan untuk itu, aku dan sebagian besar anak-anak lantai 5, memutuskan untuk mengontrak sebuah rumah yang akan kami tempati di semester 2, hingga seterusnya. Bagaimana tempat itu? Kita lihat saja nanti, hehe.

Laluu...sudah 8 bulan ini aku menjalin hubungan dengan seorang perempuan. Dia adalah Ayu Kusuma Dewi. Perempuan yang baik, lucu, polos nan lugu ini kutemukan saat aku kelas 3. Dan dialah yang berhak menyandang gelar sebagai pacar pertamaku. Dan ternyata aku juga adalah pacar pertamanya, hehe. Dan pada pengalaman pertama kami dalam menjalin hubungan ini ternyata telah mendapat cobaan berat. Pada 3 bulan hubungan kami, kita sudah harus dipisahkan oleh jarak. Aku harus berangkat ke Bandung dan beberapa waktu setelahnya dia berangkat ke Tangerang. Kita akan dipisahkan oleh jarak ini untuk beberapa waktu. Memang, pada awalnya terasa berat. Namun lama kelamaan aku mulai beradaptasi dengan hal ini. Dan, kita lihat saja apa yang akan terjadi padaku, pada kita selanjutnya.
Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi kita. Tergantung bagaimana cara kita melihat dan memanfaatkan kesempatan yang telah Tuhan berikan kepada kita.

Gallery

Asramaku





Pemandangan di depan kamarku,
bagus banget yak...





Di pagi harii